Ingin Disiplinkan Anak ? Jangan ditakut-takuti !

Adib Setiawan, M.Psi - 2018-05-06 12:44:30
Adib Setiawan, M.Psi
 

Ingin Disiplinkan Anak ? Jangan ditakut-takuti!

"Ayo nak, makan. Nanti kalau nggak mau makan ditangkap polisi loh!"

Pernah mendengar ada ibu yang suka menakut-nakuti anaknya seperti itu ? Atau malah Anda sendiri pun pernah menakut-nakuti anak, ketika ingin mewantinya akan suatu hal? Sebaiknya mulai sekarang Anda hentikan kebiasaan ini deh.

Memang, tidak ada ibu yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Berawal dari kekhawatiran dan keinginan untuk menjadikan anak disiplin, tak jarang orang tua memakai cara menakut-nakuti.

Misal ketika anak sering main hingga larut malam dan susah menurut, akhirnya orang tua menakutinya akan ada mahluk halus yang menghantuinya jika ia pulang terlalu sore. Hal ini mungkin efektif untuk membuatnya jera dan mematuhi perkataan Anda, tetapi ternyata ada dampak buruk yang akan diperoleh jika Anda terlalu sering menggunakan cara ini

"Sebaiknya anak jangan sering ditakut-takuti karena membuat anak tidak berani. Jika anak sering ditakut-takuti maka bisa saja membuat trauma. Apalagi jika anak sering ditakut-takuti disertai ada kekerasan fisik dan verbal dari orang tua, maka trauma pada anak bisa berdampak yang kurang baik pada perkembangan anak di kemudian hari," ungkap Adib Setiawan, M.Psi, psikolog di www.praktekpsikolog.com, Bintaro, Jakarta Selatan.

PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER

Menurut Adib, terlalu sering menakut-nakuti anak ketika kecil akan berpengaruh terhadap pembentukan karakternya nanti. Ia akan tumbuh menjadi anak yang penakut nantinya, atau sebaliknya ia akan meniru perilaku orang tuanya yang suka menakut-nakuti kepada teman-temannya.

Selain itu, anak yang tumbuh dari orang tua yang suka menakut-nakuti akan tumbuh menjadi anak yang minder dan kurang percaya diri. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pergaulan dan prestasinya di sekolah.

"Anak yang sering ditakut-takuti akan menjadi minder. Apalagi ditakut-takuti disertai kekerasan fisik dan verbal maka membuat anak mengalami trauma. Anak yang trauma akan tumbuh menjadi pribadi yang introvert dan kurang percaya diri bahkan kurang berprestasi di sekolah," papar Adib.

COBA DISIPLINKAN DENGAN CARA LAIN

Ada banyak cara sebenarnya yang dapat dilakukan orang tua untuk mendisiplinkan anaknya, tanpa harus menakut-nakuti. Salah satu yang disarankan Adib adalah dengan menerapkan disiplin positif dan pola asuh authoritative.

"Cara lain yang efektif dengan menerapkan disiplin positif dan memberikan kesadaran pada anak dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu orang tua juga perlu menerapkan pola asuh authoritative atau demokratis. Pola asuh authoritative adalah menyeimbangkan antara aturan dan kasih sayang. Artinya anak mendapatkan aturan dan kasih sayang, tapi jangan dimanja," jelas Adib.

"Misalnya anak tantrum maka ditime outke tempat yang kurang nyaman. Ketika anak menampilkan perilaku positif maka berikan pujian. Selain itu dengan membiasakan dan membangun kesadaran anak maka akan membuat anak menampilkan perilaku positif. Misalnya aktivitas bangun pagi, berangkat sekolah, belajar di rumah dan membaca buku serta menaruh barang pada tempatnya perlu dilatih sejak dini. Jika sudah dibiasakan maka anak juga akan menampilkan perilaku yang diharapkan orang tuanya. Yang terpenting anak sering diajak berbicara dan berkomunikasi maka anak akan menampilkan perilaku yang menyenangkan orang-orang disekelilingnya," tambahnya

 

Sumber : Majalah Wanita Indonesia (WI) 1472 3-9 Mei 2018


 
Index Berita
 
 
© 2018 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer