Jujur Tidak Dipercaya, Bohong Dipercaya

Adib Setiawan, M.Psi - 2016-12-31 10:51:31
Adib Setiawan, M.Psi
 

TANYA : 

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wa Barakatuh, Pak Adib.

Saya ingin bertanya, menurut seorang psikolog, bagaimana tanggapan Bapak, bila ada fenomena ketika orang jujur tidak dipercaya, namun bohong dipercaya. Terima Kasih.

Wassalam, 

Liza, Serang

JAWAB :

Terima kasih pertanyaannya Mbak Liza di Serang. Memang saat ini dalam kehidupan sehari-hari ada orang-orang yang jujur, orang yang suka bohong, dan ada yang kadang jujur atau kadang bohong. Sebaiknya diri kita semua menjadi pribadi yang jujur. Terus bagaimana orang yang jujur tidak dipercaya. Biasanya seseorang mempercayai orang lain membutuhkan waktu. Apalagi kehidupan di metropolitan dimana orang sangat banyak, sehingga tentunya seseorang belum tentu mengenal orang lain dengan cepat. Seiring sejalan seseorang akan dapat dipercaya oleh orang lain ketika sudah mengenalnya. Seseorang orang jujur dan terus jujur, maka ke depannya akan dipercaya oleh orang lain. Seseorang yang jujur dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh kejujuran maka hidupnya menjadi berkah.

Ada orang yang sering berbohong. Seringkali orang percaya dengan orang yang bohong karena merasa tidak curiga terhadap orang yang berbohong tersebut. Seringkali orang yang sering berbohong tidak terlihat dia orang yang berbohong. Apalagi jika seseorang tidak mengverifikasikan keberadaan orang tersebut. Kadangkala orang yang berbohong memiliki cara berpakaian yang rapi, memiliki rumah yang besar atau pendidikan tinggi, sehingga rekan yang baru dikenalnya tidak curiga. Ketika dia suka berbohong, maka kehidupannya tidak menjadi mandiri. Tidak mandiri karena kebohongannya hanya menghasilkan rizki di awal saja, namun kemudian membuat rizkinya tertutup oleh perilaku kebohongannya tersebut. Hal ini karena orang-orang sekelilingnya menjadi tidak percaya padanya, sehingga kapok membantunya.

Orang yang suka berbohong akhirnya tidak dipercaya oleh teman-temannya, tidak dipercaya keluarga, dan karirnya menjadi sulit berkembang. Orang yang berbohong seringkali merasa "wah" atau merasa hebat, sehingga orang yang dibohongi merasa senang dan bangga bertemu dengan sang pembohong. Namun, jika dia sudah diketahui dibohongi, maka kemudian merasa menyesal dengan orang yang suka berbohong.

Orang yang suka berbohong bisa berdampak pada pribadi pembohong, akhirnya kehidupan pribadinya hancur. Misalnya kemudian istri minta cerai atau di tempat kerja tidak dipercaya, sehingga karirnya tidak berkembang. Beberapa pembohong juga teman-temannya menjauhinya karena sudah tidak percaya padanya. Seseorang pembohong ada yang berbohong karena ingin disanjung, ingin mendapatkan keuntungan keuangan, sehingga menipu ada juga yang melakukan perbuatan kriminal. Seseorang yang berbohong akhirnya banyak yang masuk penjara karena beberapa masalah baik yang terkait kebohongan ataupun aksi kriminal lainnya.

Seseorang yang baru kenal jarang sekali langsung dipercaya. Apalagi saat ini banyak penipuan yang berkedok investasi. Seseorang yang yang ingin meningkatkan kekayaan seringkali tergiur imbalan yang besar. Namun nyatanya uang yang diinvestasikan justru hilang. Kebohongan bisa juga muncul karena keadaan. Misalnya seseorang yang memiliki keinginan dan kebutuhan tertentu maka akhirnya memakai uang yang bukan haknya. Uang yang harusnya untuk modal usaha justru dipakai untuk keperluan konsumtif. Kadangkala beberapa orang mau usaha namun memakai modal orang lain dan usahanya gagal sehingga ia kemudian berbohong karena kondisi kegagalannya.

Kejujuran sangat penting terus ditumbuhkan bagi seseorang. Orang yang jujur akan selamat dan dipercaya orang lain. Rizki sering datang jika seseorang bekerja dengan baik, jujur, dan sesuai komitmen. Seseorang yang jujur, maka akan membuat orang lain percaya dengan apa yang dilakukan olehnya. Sebaliknya seseorang yang tidak jujur, maka tidak akan dipercaya oleh orang lain. Namun, kadangkala ada fenomena jujur tidak dipercaya. Sebenernya fenomena ini jarang terjadi karena ini merupakan anggapan seseorang saja. Memang kadangkala orang yang jujur tidak terlalu menonjol dan sukses. Psikolog melihat bahwa ada orang yang murni jujur, berbohong atau kadang jujur atau pernah berbohong. 

Kejujuran tetap dibutuhkan setiap orang. Karena jika mereka tidak jujur dengan rekannya, maka bisa berdampak konflik yang tidak saling percaya. Solidaritas bisa juga berkurang. Memang kehidupan ini kadangkala seperti panggung sandiwara, di mana seseorang yang tidak jujur terlihat jujur. Apalagi berbicara media bahwa sesuatu yang ditampilkan di media belum tentu sama dengan apa yang ditampilkan keseharian seseorang. Seringkali di media terlihat santun, namun faktanya ternyata di kehidupan nyata sebaliknya.

Persoalan muncul ketika banyak orang tidak jujur misalnya di suatu institusi. Jika mereka terbiasa memanipulasi kuitansi, memanipulasi perjalanan dinas atau memanipulasi anggaran, maka seringkali orang yang jujur justru tidak dipercaya. Kenapa tidak dipercaya karena tidak bisa diajak main-main anggaran. Terus orang yang jujur tidak dipercaya bagaimana ? Ya tidak apa-apa.  Justru akan terbebas dari dosa dan tidak ada godaan untuk berbuat tidak jujur. Lebih baik jujur, tidak dipercaya dan mendapatkan rizki yang halal dari pada tidak jujur dan rizki yang didapatkan meragukan atau haram.

Sebaliknya jika ada orang yang bohong tetapi dipercaya. maka itu urusan yang memberi kepercayaan dan yang suka bohong. Jika yang suka memberi kepercayaan adalah orang yang kejujurannya diragukan, maka cukup berdoa semoga dia mampu amanah dengan kepercayaan yang diberikan. Jika ada kesempatan cobalah menasehati atau mengajak supaya bekerja dengan jujur dan sesuai aturan yang ada. 

Seseorang yang berpegang pada nilai (value atau akhlak) yang baik, maka akan mampu menjalani kehidupan dengan tenang. Bahkan mampu mengatasi kendala-kendala yang ada. Oleh sebab itu orang yang jujur akan mampu menjalani kehidupan dengan tenang dan mampu mengatasi masalah yang ada. Masalah-masalah psikologis yang bisa dihindari dengan menjadi orang yang jujur. 


Berikut tips supaya seseorang dapat terus menjadi orang yang jujur :

1. Membiasakan menjadi orang yang jujur sejak dini. Artinya berikan contoh anak untuk menjadi pribadi yang jujur.

2. Jangan pernah takut menjadi jujur. Jika orang jujur sedikit, siapa lagi yang ingin menjadi orang yang jujur. Jadikan diri anda orang yang jujur.

3. Jangan iri dengan orang yang suka bohong tetapi dipercaya orang. Kepercayaan merupakan amanah. Suatu saat orang yang jujur akan dipercaya oleh orang lain.

4. Jujur merupakan hal yang penting sehingga bisa menjadi branding seseorang di mata keluarga maupun orang lain.

5. Orang yang jujur membuat pribadi seseorang kuat dan terbebas dari suatu masalah. Orang yang jujur mampu mengatasi masalah yang ada di sekelilingnya.

6. Kejujuran merupakan dasar kepercayaan. Jika ingin dipercaya orang lain di waktu yang akan datang, maka jadilah pribadi yang jujur.

7. Jujur merupakan hal yang luar biasa yang akan membawa seseorang sukses di dunia dan di akhirat.

8. Hindari masalah psikologis dengan jujur pada diri sendiri yaitu menerima kondisi diri tanpa manipulasi.

9. Jujur menjadikan seseorang memiliki kepribadian yang kuat dan tidak mudah goyah oleh tekanan yang ada.

ESQ Life | Edisi 03 | Tahun IV | November 2016


 
Index Berita
 
 
© 2017 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer