Mengatur Waktu Belajar dan Bermain

Adib Setiawan, M.Psi - 2018-09-13 21:02:48
Adib Setiawan, M.Psi
 

Untuk usia balita dan usia 5 sampai 10 tahun, bermain dan belajar penting bagi anak. Agar kedua hal ini seimbang, penting pula untuk mengatur waktunya.

Seperti dijelaskan Psikolog Adib Setyawan M. Psi, pada usia balita, bermain adalah cara anak belajar dan mengembangkan diri. Belajar merupakan cara anak mendapatkan pengetahuan, keterampilan, ca2ra berpikir dan perubahan sikap.

"Pada usia balita, anak belajar keterampilan berpikir dengan cara bermain Puzzle, lego dan melihat sekelilingnya. Belajar bahasa bisa dengan cara banyak mendengarkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Jika anak sering bermain dengan teman-temannya, maka anak belajar bahasa dan berinteraksi dengan orang lain," urai psikolog di www.praktekpsikolog.com, Bintaro, Jakarta Selatan ini.

Saat balita, keterampilan motorik anak akan bagus dalam motorik kasar dengan sering bermain fisik, berjalan, berlari, olah raga, bermain sepeda dan aktivitas lainnya. Sedangkan motorik halus akan berkembang jika anak balita berlatih mewarnai, menggunting dan juga berlatih menulis.

Memasuki usia sekolah dasar, anak sebaiknya mengembangkan kelanjutan keterampilan dari usia balita. Caranya dengan dilatih membaca, belajar menulis, berhitung, membuat kalimat dan keterampilan akademik lainnya. Di usia sekolah dasar, perlu seimbang dalam mengembangkan keterampilan akademik dan non akademik anak.

Untuk meningkatkan keterampilan akademik, Adib menyebutkan, sebaiknya anak belajar rutin dirumah kurang lebih 90 menit dan bisa dimulai sejak kelas satu sekolah dasar. Selebihnya, waktu yang ada bisa digunakan untuk belajar dengan cara bermain bersama teman untuk meningkatkan keterampilan non akademik. Dengan begitu, anak percaya diri dan mampu mengembangkan diri. Jika anak belum terbiasa belajar, maka bisa dimulai dengan cara membaca buku atau mengerjakan tugas sekolah.

Kedisiplinan menaati waktu antara belajar dan bermain pun sebaiknya dibiasakan. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua dan anak membangun kesepakatan pembagian waktu tersebut. "Jika saat belajar anak ingin bermain, sebaiknya orang tua tegas supaya anak terbiasa disiplin rajin belajar. Jangan anak diizinkan bermain saat belajar. Artinya, kapan bangun pagi, kapan tidur, kapan bermain dan kapan belajar, anak perlu dibiasakan sejak dini. Jika anak terbiasa belajar dan disiplin maka prestasi anak akan meningkat," kata Adib.

Dengar Keluhan & Cerita Anak

Agar anak mematuhi aturan waktu antara belajar dan bermain yang sudah dibuat, penting bagi orang tua untuk memerhatikan hal-hal berikut ini.

1. Dengarkan keluhan anak dan sering mendengarkan cerita anak

2. Motivasi anak supaya mau belajar

3. Buat kesepakatan dengan anak tentang pembagian waktu tidur, bangun pagi, mandi, belajar, bermain dan lainnya. Jika sudah disepakati, orang tua harus memastikan anak terbiasa bertanggung jawab terhadap kesepakatan yang sudah dibuat

4. Ketika mendengarkan anak, sebaiknya orang tua membangun kesadaran anak tentang masa depan, terus berkomunikasi dengan anak, dan latih anak menetapkan cita-cita sehingga anak sadar dan termotivasi untuk belajar

5. Beri pujian anak ketika anak ceria dan semangat belajar

 

Sumber : www.wanitaindonesia.co.id

WI 1484 6-19 September 2018


 
Index Berita
 
 
© 2018 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer