Nak Ibu Dinas Ke Luar Kota Dulu Ya

Rizki Washarti Siregar, BA, M.Psi - 2019-07-08 20:13:43
Rizki Washarti Siregar, BA, M.Psi
 

Biasanya ibu-ibu enggak tega meninggalkan anaknya yang masih balita sampai berhari-hari. Apalagi untuk pertama kalinya. Tenang Bu. Ini ada solusinya.

Sebagai perempuan yang bekerja baik kerja kantoran atau wirausaha ada kala nya kita terpaksa bepergian sampai menginap. Padahal si kecil masih balita. Duh, ibu mana yang tega? Bukannya tak mungkin, tangis kita lebih keras dari tangis si kecil. Lalu muncullah berbagai kekhawatiran. Nanti dia bisa bobo, enggak, ya? Dia mau makan enggak, ya? Nangis terus enggak, ya?

Jangan khawatir, asalkan kita telah melakukan persiapan dengan baik, percaya deh, si kecil akan baik-baik saja.

Nah, apa saja yang perlu kita persiapkan? Psikolog Rizki Washarti Siregar memberikan tipsnya.

1. Pastikan ada orang terpercaya yang akan menjaga si kecil.

Mungkin selama ini kita terbiasa mendapat bantuan dari ART (Asisten Rumah Tangga) untuk mengasuh anak. Sehingga cukup percaya kepadanya untuk menjaga anak selama kita bertugas. Meski begitu, alangkah baiknya bila suami atau mungkin nenek sang anak juga ikut membantu, terutama untuk memantau apakah ART baik-baik saja. Bila suami atau nenek sang anak tidak bisa menemani setiap saat, maka monitoring bisa dilakukan lewat telepon atau video call.

2. Siapkan semua kebutuhan anak.

Kita perlu mempersiapkan segala keperluan si kecil selama kita pergi. Makanannya termasuk ASI jika memang masih menyusui pakaian, juga pelajaran sekolah dan buku-buku bila si kecil sudah bersekolah. Biasanya ART sudah tahu apa yang harus dilakukannya terkait dengan kebutuhan anak, tetapi tak ada salahnya bila kita mengingatkan kembali kepada ART, termasuk untuk mematuhi jadwal harian selama ini. Sebaiknya kita juga memberitahukan kepada suami/nenek tentang kebutuhan/jadwal harian anak, agar lebih memudahkan suami/nenek dalam memantau si kecil. Juga untuk memantau apakah ART sudah menaati jadwal harian sang anak.

3. Jelaskan kepada anak bahwa kita akan bertugas ke luar kota.

Kalau persiapan teknis di atas sudah dilakukan, maka berikutnya adalah persiapan emosional. Anak-anak usia balita, apalagi usia tiga tahun ke atas, umumnya sudah cukup paha bila tidak melihat orang kesayangannya dalam waktu lama. Dia akan bertanya-tanya, "Di mana Ibu? Di mana Bapak?". Sebelum berangkat, kita perlu menjelaskan bahwa kita keluar kota untuk bertugas. Kita bisa bilang, "Ibu keluar kota untuk kerja, untuk mencari uang agar bisa jalan-jalan sama kamu nanti atau untuk makan, untuk sekolah (bergantung pada tingkat pemahaman anak yang erat kaitannya dengan usiannya)."

4. Pastikan bahwa sang anak paham kita akan kembali

Kita sebaiknya mengatakan bahwa meski kita sedang dinas, tetap akan berbicara dengan anak. Oleh karena itu, kita harus meluangkan waktu untuk meneleponnya, lebih bagus lagi kalau bisa video call. Apalagi si kecil mulai cemas atau bahkan menangis, kita perlu memberinya rasa aman dengan mengatakan bahwa kita pun kangen dengannya, dan akan kembali. Bahkan bila mungkin, kita bisa, lho, meninggalkan rekaman suara kita, semisal untuk alarm yang membangukannya di pagi hari atau rekaman suara kita membacakan dongeng. Jadi si kecil dapat mendengarkannya ketika sedang kangen.

5. Peran aktif ayah selama kita tidak di rumah

Seringnya kita sebagai ibu yang lebih banyak menemani si kecil. Nah, selama kita tidak di rumah, sebaiknya ayah mengambil kesempatan ini untuk lebih mendekatkan hubungan ayah dan anak. Bila mungkin, ayah bisa minta izin kantor untuk datang terlambat. Nah, manfaatkan waktu di pagi hari itu untuk sarapan bersama si kecil dan mengantarkannya ke sekolah. Di hari lain, ayah bisa minta izin pulang lebih awal guna menemani si kecil di rumah. Minimal ayah bisa menemani si kecil sebelum tidur, dengan mendongenginya, misal. Ayah yang berperan aktif bisa mengurangi kecemasan si kecil selama kita tidak ada. Hubungan ayah dan si kecil pun akan semakin erat.

Nah, tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, kan, Bu? Selamat bertugas dan percayalah, si kecil akan baik-baik saja.

 

Sumber : Nova.id | NOVA 1636/XXXII 01-07 JULI 2019


 
Index Berita
 
 

[Promo Yayasan Praktek Psikolog Indonesia] : Training gratis tema-tema psikologi untuk sekolah, perusahaan, dan masyarakat umum

© 2019 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer