Pelajar di Solo Pamer Alat Kelamin di Depan Wanita

Adib Setiawan, M.Psi - 2019-12-16 12:41:40
Adib Setiawan, M.Psi
 

Jajaran Polresta Surakarta menangkap A (17), seorang pelajar di Solo, diduga melakukan tindak asusila dengan memamerkan alat kelaminnya di tempat umum.

Aksi yang dilakukan oleh pelajar kelas XII di salah satu SMA di Solo tersebut sempat viral di media sosial (medsos).

Kapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai mengatakan, pelaku memamerkan alat kelaminnya di depan kos putri di kawasan Jebres, Solo, Jumat (15/11/2019) lalu, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Pengakuan pelaku melakukan itu untuk menyalurkan nafsu birahinya," ujar Andy, Rabu (11/12/2019).

Dia menambahkan, sambil tiduran di atas sepeda motor, pelaku memamerkan alat kelaminnya di depan tempat kos yang mayoritas dihuni perempuan.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru sekali melakukan hal itu di depan umum.

"Katanya baru satu kali. Pengakuan dari pelaku kecanduan film porno," tutur Andy.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 281 tentang Tindak Pidana Merusak Kesopanan di Muka Umum.

Karena masih di bawah umur, pelaku dikenakan Undang-undang No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Pelaku akan kita konsultasikan dengan psikiater untuk mengecek kejiwaannya," pungkasnya.

Dari kejadian di atas, diketahui film porno memiliki dampak negatif yang harus diwaspadai.

Psikolog Keluarga, Adib Setiawan S.Psi., M.Psi, mengatakan setidaknya ada tujuh dampak negatif ketika seorang remaja kecanduan film porno, berikut selengkapnya:

1. Interaksi sosial kurang

Menurut psikolog dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia yang beralamat di Bintaro, Jakarta ini menjelaskan dampak pertama kecanduan film porno berupa interaksi sosial berkurang.

Ketika seorang remaja kecanduan dirinya akan banyak menghabiskan waktu melihat film tersebut.

Sehingga waktu untuk keluar rumah dan bermain dengan teman sebanyanya akan jauh berkurang.

"Kebanyakan di kamar saja seperti itu," kata Adib kepada Tribunnews.com, Jumat (13/12/2019).

2. Menjadi pribadi yang tertutup

Dampak kedua ini masih berhubungan erat dengan dampak pertama.

Setelah interaksi sosial berkurang, remaja pecinta film porno akan menjadi pribadi yang tertutup.

Remaja tersebut akan kehilangan cara bagaimana cara berhubungan sosial yang baik di lingkungannya.

"Dia juga enggak tahu bagaiman berinteraksi dengan orang lain seperti apa," kata Adib.

3. Sulit mencari pasangan

Adib menjelaskan, dalam kacamata psikologis remaja digolongkan dari umur 12 tahun hingga 25 tahun.

Jika remaja dikisaran umur atas memiliki kebiasaan mengkonsumsi video tak senonoh membuat dirinya sulit mendapatkan pasagan.

Ini dikarenakan remaja tersebut disorientasi dalam menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis.

"Dia tidak bisa memperlakukan perempuan seperti apa"

"Cara mendekati perempuan seperti apa sih? Cara PDKT, dia gak tahu caranya," beber Adib.

Remaja pecinta film porno hanya mendapatkan cara instan memperlakukan perempuan lewat video yang ia tonton.

4. IQ turun

Selain dari segi psikologis, dampak kecanduan film porno juga bisa mempengaruhi akademik seorang remaja.

Adib menilai, masa remaja dimana seorang manusia dalam usia produktif.

Pikiran yang seharusnya digunakan untuk hal-hal positif seperti belajar dan mengasah keterampilan justru digunakan untuk memikirkan film porno.

"Potensi dia tidak digunakan untuk kegiatan yang baik," kata Adib.

5. Pengangguran

Setelah tidak mengasah hal baik dengan potensi yang ada, maka seorang remaja yang sudah kecanduan film porno tidak memiliki skill untuk menghadapi kenyataan hidup.

Masa-masa yang seharunya untuk mengembangkan diri malah digunakan hal yang sebaliknya.

"Belajar jadi males, cita-cita enggak ada. Begitu nilainya jelek. Ujung-ujungnya bisa jadi pengangguran seperti itu," papar Adib.

6. Menjadi pribadi yang tidak matang

Dampak selanjutnya adalah menjadi pribadi yang tidak matang.

Menurut Adib ini disebabkan karena perkembangan sosial emosional remaja pecandu film porno terganggu.

Ada aspek-asepek yang membuat pribadi yang tidak matang.

"Kemampuan intelektualnya turun, secara interaksi dengan sesama turun, cara melampiaskan kebutuhan tidak tau bagaimana. Akhirnya tidak matang," tegasnya.

7. Menjadi pribadi upnormal

Dampak terakhir dari akumulasi dampak-dampak sebelumnya adalah menjadi pribadi yang upnormal.

"Dia menjadi pribadi upnormal. Dia enggak tahu sebenaranya apa yang terjadi dalam diri saya," kata Adib.

Pribadi yang upnormal bisa berupa aksi eksibisionisme dan pelecehan seksual.

Sumber : klik


 
Index Berita
 
 

© 2020 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer