Apa itu ghosting berikut penjelasan ghosting dari sisi psikologis

Adib Setiawan, M.Psi - 2021-03-12 20:39:08
Adib Setiawan, M.Psi
 

Psikolog keluarga, Adib Setiawan, S Psi, M Psi menjelaskan pengertian ghosting dari sisi psikologis.

Kata ghosting memang ramai dibicarakan setelah Kaesang Pangarep disebut melakukan ghosting pada kekasihnya, Felicia Tissue.

Ghosting merupakan sebutan untuk perilaku seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa memberi kabar terlebih dulu.

Lantas, bagaimana pengertian ghosting menurut psikolog?

Adib Setiawan mengatakan, hubungan asmara seseorang itu tidak bisa dipaksa oleh siapapun.

Selain itu, pasangan kekasih tetap menemui kendala meskipun hubungan sudah ke jenjang pernikahan.

"Ketika seseorang masih berpacaran, tentunya cinta itu tidak bisa dipaksakan," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (10/3/2021).

"Ketika cinta itu akan ke jenjang pernikahan, tentunya akan diuji oleh perasaan masing-masing," lanjutnya.

Ilustrasi ghosting.Ilustrasi ghosting. (Pixabay)

Menurutnya, orang yang memutuskan hubungan asmaranya pasti sudah mempunyai pertimbangan.

"Kalau kemudian seseorang itu meninggalkan atau pergi, itu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu," katanya.

"Memang kesannya 'habis manis sepah dibuang'. Tapi kembali lagi, cinta itu tidak bisa dipaksakan," jelas Adib.

Psikolog di www.praktekpsikolog.com ini berujar, kandasnya hubungan pasangan kekasih menjadi hal yang biasa.

"Cinta itu pasti ada pertimbangan-pertimbangan tertentu."

"Sehingga seseorang itu akhirnya berpikir untuk apakah mempertahankan atau meninggalkan," katanya.

"Orang nikah saja bisa putus, apalagi orang berpacaran."

"Kalau mau putus mending saat pacaran saja."

"Sebisa mungkin kalau sudah nikah dipertahankan," terang dia.

ILUSTRASI ghosting.ILUSTRASI ghosting. (jamienrea.com)

Sementara itu, orang yang ditinggalkan pasti akan lebih dewasa setelah menghadapi masalahnya.

"Kalau masih pacaran putus itu tidak apa-apa."

"Itu pengalaman kehidupan yang memang pahit bagi yang ditinggalkan."

"Tapi seseorang yang bisa menerima kepahitan, pasti akan dewasa," ungkap Adib.

"Karena ketika mengalami tekanan dia bisa mengatasinya," sambungnya.

Psikolog yang membuka praktik di Bintaro, Pondok Aren, Rawamangun, Cileungsi, dan Semarang, ini menambahkan, bahwa cinta tidak bisa diintervensi oleh orang tua dan calon mertua.

 

Sumber : https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/03/10/apa-itu-ghosting-berikut-penjelasan-ghosting-dari-sisi-psikologis?page=all


 
Index Berita
 
 


© 2021 YPPI.All rights reserved. Design by ideweb,Developer